Kredit BTPS Habis Terkikis Wabah

0
Ilustrasi BTPN (Gaputa Jakarta)

Jakarta, Marketmover – Pertumbuhan kredit PT BTPN Syariah Tbk (BTPS) tahun ini diprediksi hanya 5,5%, tergerus dalam dari tahun lalu 22,8%. Ini tak lepas dari berkecamuknya wabah Covid-19 yang jelas mengganggu bisnis anak usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) tersebut.

Dalam laporan riset Danareksa, belum lama ini, disebutkan, perseroan tidak akan agresif mengambil pembiayaan baru tahun ini, mengingat nasabah berasal dari kalangan akar rumput, bahkan prasejahtera.

“BTPS akan fokus pada penagihan piutang tahun ini dari debitor yang lama,” tulis Danareksa.

Broker ini mencatat, sebesar 20% debitor BTPS berada di zona merah Covid-19 dan sebagian sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun, petugas lapangan BTPS masih bisa berinteraksi dengan mereka melalui telepon.

Para peminjam uang, tulis Danareksa, masih bisa membayar cicilan melalui amplop, yang kemudian diambil oleh petugas BTPS. Tentunya ini dengan protokol kesehatan sesuai dengan prosedur pembatasan jarak fisik.

Sementara itu, sebanyak 80% debitor BTPS berada di zona kuning dan hijau Covid-19. Itu artinya, mereka masih bisa berkumpul, dengan peserta lebih sedikit dan protokol jaga jarak fisik yang aman.

Di sisi lain, CEO BTPS Ratih Rachmawaty menuntaskan pengabdiannya di bank ini pada rapat umum pemegang saham (RUPS) 16 April lalu, digantigan Hadi Wibodo. Ratih sukses membawa BTPS dari sekadar unit syariah BTPN menjadi bank syariah terbuka dan memiliki model bisnis unik.

“Kami yakin CEO baru bisa melanjutkan pertumbuhan BTPS, dengan penekanan di efisiensi melalui digitalisasi proses bisnis inti tanpa mengorbankan aspek manajemen,” tulis Danareksa.

Danareksa memprediksi laba sebelum provisi dan laba bersih BTPS tahun ini Rp 1,9 triliun dan Rp 1,1 triliun, turun dari tahun lalu Rp 2,1 triliun dan Rp 1,4 triliun.

Danareksa mempertahankan rekomendasi hold saham BTPS dengan target harga baru, Rp 3.000, berdasarkan PBV 2020 3,8 kali, serta CoE dan ROAE 9% dan 25,8%. Jumat pekan lalu, saham BTPS turun 6,7% ke level Rp 2.090. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here