Laba Ambles 97%, BUMI Jadi Saham Gocapan

0
Ilustrasi penambangan batu bara (Pasardana)

Jakarta, Marketmover – Laba bersih PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan batu bara yang dikendalikan Grup Bakrie, ambles 97% menjadi US$ 6,8 juta pada 2019, dibandingkan tahun sebelumnya US$ 220 juta. Kini, saham BUMI bertengger di level Rp 50 alias saham gocapan.

Hal ini dipicu melorotnya pendapatan dari US$ 4,9 miliar menjadi US$ 4,6 miliar. Adapun laba usaha turun tajam dari US$ 879 juta menjadi US$ 423 juta.

Direktur Bumi Dileep Srivastava menegaskan, harga jual batu bara turun 13% selama tahun lalu menjadi US$ 51,7 per ton dari US$ 59,2 per ton, seiring perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, perlambatan ekonomi dunia, dan surplus batu bara.

Selain itu, dia menegaskan, harga minyak tahun lalu lebih tinggi. Ini diperparah oleh kenaikan pembayaran pajak. “Kontribusi laba dari anak usaha juga lebih rendah tahun lalu,” kata Dileep, Rabu (1/4/2020).

Menurut dia, volume penjualan naik 9% menjadi 87,7 juta ton dari 80,6 juta ton. Penjualan Kaltim Prima Coal mencapai 61,8 juta ton, sedangkan Arutmin tumbuh 2%.

Beban pokok penjualan, sambung Dileep, naik menjadi US$ 4 miliar dari US$ 3,8 miliar. Stok baru bara hingga akhir 2018 turun 40% menjadi 3,2 juta ton dari 5,3juta ton.

“Bumi telah membayar utang Tranche A senilai US$ 313,8 juta pada Januari 2020,” tegas dia.

Tahun ini, Dileep menuturkan, Bumi sanggup memproduksi batu bara 90 juta ton. Kapasitas produksi per bulan saat ini 7-7,5 juta ton. Akan tetapi, perseroan tengah meninjau efek pandemi Covid-19 ke operasional.

Kemarin, saham BUMI stagnan di level Rp 50. Sepanjang 2020, saham BUMI turun 24,2%. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here