Penjualan Ponsel Turun, Laba Erajaya Ikut Tergerus

0
PT Erajaya Swasembada Tbk (Foto Tech in Asia Indonesia)

Jakarta, Marketmover – Penjualan telepon seluler (ponsel) dan tablet PT Erajaya Swasembada Tbk (Erajaya) merosot sepanjang 2019. Bila setahun sebelumnya mampu mengantongi Rp 28,84 triliun, tahun 2019 melorot 11% menjadi Rp 25,64 triliun.

Penjualan ponsel dan tablet merupakan tulang punggung pemasukan bagi Erajaya. Tahun 2019, kontribusi lini itu menyentuh 78%. Melemah, bila dibandingkan setahun sebelumnya yang menyumbang sekitar 83% terhadap total pendapatan perseroan.

Sumber pendapatan Erajaya lainnya, pada 2019, terdiri atas produk operator Rp 3,89 triliun, serta komputer dan peralatan elektronik lainnya Rp 1,22 triliun. Selain itu, aksesoris dan lain-lain Rp 2,18 triliun.

Secara keseluruhan, Erajaya mengantongi penjualan bersih Rp 32,94 triliun pada 2019. Angka itu melemah 5% bila dibandingkan dengan penjualan bersih tahun 2018 yang sebesar Rp 34,74 triliun.

Naiknya sejumlah beban pada 2019 berdampak miring pada perolehan laba bersih Erajaya. Beban yang meningkat itu di antaranya adalah beban penjualan dan distribusi, yakni dari Rp 1,08 triliun menjadi Rp 1,36 triliun. Lalu, beban umum dan administrasi dari semula Rp 771,63 miliar menjadi Rp 972,93 miliar.

Penurunan penjualan dan naiknya sejumlah beban membuat laba bersih emiten berkode saham ERAA itu tergerus 65%. Bila pada 2018 masih bercokol di level Rp 850,08 miliar, setahun kemudian anjlok menjadi Rp 295,06 miliar.

Sementara itu, ERAA ditutup menguat 5,08%, pada perdagangan Kamis (2/4/2020), yakni dari Rp 885 menjadi Rp 930. Namun, sepanjang 2 Januari-2 April 2020, ERAA terpangkas 48,18%, mengingat pada awal tahun bertengger di Rp 1.795. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here