Prodia Incar Pertumbuhan Laba Bersih 15%

0
PT Prodia Widyahusada Tbk (foto: prodia.co.id)

Jakarta, Marketmover – PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) menargetkan laba bersih Rp 241,61 miliar pada 2020. Target itu lebih besar 15% dibandingkan dengan realisasi tahun 2019 yang sebesar Rp 210,26 miliar.

Mengutip Annual Report 2019 yang dirilis perseroan, Selasa (31/3/2020), realisasi laba bersih tahun 2019 mencapai 96,30% dari target yang dipatok tahun itu. Namun, bila dibandingkan dengan 2018, realisasi laba bersih tahun 2019 tumbuh 20% dari Rp 175,45 miliar.

Untuk pendapatan bersih, Prodia membidik Rp 1,95 triliun pada tahun ini. Angka itu naik % bila dibandingkan dengan torehan 2019 yang sebesar Rp 1,74 triliun. Tahun lalu, perseroan menargetkan pendapatan Rp 1,81 triliun, namun yang terealisasi sebesar 96,36%.

Target-target itu seiring dengan analisis manajemen Prodia bahwa Indonesia adalah negara besar dengan potensi yang sangat besar. Kebutuhan akan layanan kesehatan juga terus berubah seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi. Sementara ekonomi kelas menengah meningkat, perhatian terhadap layanan kesehatan berkualitas tinggi juga meningkat. Namun, potensi industri kesehatan masih belum dioptimalkan.

“Distribusi layanan kesehatan berkualitas tidak merata di setiap wilayah. Industri kesehatan dibedakan dari layanan dan lainnya karena layanan kesehatan memerlukan modal, investasi, sumber daya manusia, dan teknologi tinggi,” urai Annual Report tersebut.

Pada 2019, emiten berkode saham PRDA itu mengeluarkan komitmen belanja modal sebesar Rp 255 miliar. Sumber dana yang digunakan seluruhnya menggunakan arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi perseroan.

Sementara itu, PRDA ditutup melemah 4,84% pada perdagangan Selasa (31/3/2020), yakni dari Rp 3.100 menjadi Rp 2.950. Sedangkan sepanjang 2 Januari-31 Maret 2020, PRDA terlihat menurun 18,50%, dari Rp 3.620 menjadi Rp 2.950. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here