Sah! Didukung DBS Bank, Centratama Sikat Menara XL

0
(foto: centratamagroup.com)

Jakarta, Marketmover – PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (Centratama) memborong 1.032 menara telekomunikasi milik PT XL Axiata Tbk senilai Rp 1,57 triliun. Pembelian dilakukan lewat anak usaha Centratama, yakni PT Centratama Menara Indonesia (CMI).

“XL telah menetapkan CMI sebagai pemenang tender atas penjualan 1.054 menara telekomunikasi,” kata Wiwik Septriandewi, sekretaris perusahaan PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk, dikutip dari laman perseroan, Kamis (2/4/2020).

Dari total 1.054 menara yang tersedia untuk dibeli, tambahnya, 1.032 menara dibeli pada 31 Maret 2020. “Lalu, 19 menara sedang dalam proses memperoleh izin dari pihak ketiga untuk keperluan pengalihannya,” jelas

Selain itu, masih menurut dia, XL dan CMI sepakat untuk mengeluarkan tiga menara yang akan tetap dimiliki oleh XL. “Nilai transaksi berdasarkan perjanjian jual beli 1.032 menara yang telah dibeli CMI adalah sebesar Rp 1.577.254.601.412,” kata dia.

Selanjutnya, tambahnya, XL akan menyewa kembali (lease back) menara-menara yang dibeli tersebut selama 10 tahun dari CMI dimulai sejak dilaksanakannya jual beli tersebut.

“Menara-menara yang diakuisisi tersebut berpotensi memberikan kontribusi tambahan revenue tahunan sebesar kira-kira Rp 215 miliar,” ujar manajemen Centrama, dalam keterangan terpisah, seperti dikutip dari laman perseroan.

Melalui pertumbuhan anorganik yang signifikan ini, masih kata manajemen Centratama, perseroan dapat memperoleh manfaat dari economies of scale yang dicapai serta positioning yang lebih baik lagi sebagai mitra penyedia infrastruktur bagi seluruh operator telekomunikasi di Tanah Air.

Manajemen Centratama juga menjelaskan bahwa untuk akuisisi ini CMI mendapatkan dukungan pembiayaan dari DBS Bank Ltd. dan ING Bank N.V. yang juga bertindak sebagai financial advisors.

Centratama yang mengusung kode saham CENT ini, per 30 September 2019, mengantongi pendapatan usaha Rp 602,81 miliar, menguat dibandingkan dengan periode sama 2018 yang sebesar Rp 585,05 miliar. Namun, di sisi laba bersih justru melorot, dari Rp 32,17 miliar menjadi Rp 12,53 miliar.

Per 30 September 2019, pemegang saham perseroan terdiri atas Clover Universal Enterprise Ltd. 38,80%, UOB Kay Hian Pte.Ltd. 21,21%, Zico Allshores Trust (S) Pte. Ltd. AS 17,45%, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk 6,78%. Lalu, Hartanto Kusmanto 0,02%, Yuana Susatyo 0,00%, dan masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 15,74%.

Sementara itu, CENT ditutup melemah 1,50% pada perdagangan Kamis (2/4/2020), yakni dari Rp 51 menjadi Rp 50. CENT sempat menyentuh di level Rp 73 pada 2 Januari 2020. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here