Volvo Ubah Status Distributor Intraco

0
(foto: intracopenta.com)

Jakarta, Marketmover – Manajemen PT Intraco Penta Tbk (Intraco) mengaku Volvo CE mengubah status distributor yang digenggam perseroan selama ini. Pengubahan status itu buntut dari kondisi ekonomi yang dinilai penuh tantangan sejak 2019 hingga kini.

Ridyawan Amnar, sekretaris perusahaan PT Intraco Penta Tbk dalam suratnya yang dilansir laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3/2020) malam, menjelaskan bahwa sejak tahun lalu kondisi ekonomi penuh tantangan. Kondisi itu berlanjut hingga kini, terlebih di tengah perkembangan penyebaran virus korona (Covid-19) yang berdampak perekonomian global dan lokal sehingga mengakibatkan tidak tercapainya rencana bisnis perseroan. “Sebagai konsekuensi dari tidak tercapainya rencana tersebut, Volvo CE melakukan perubahan status distributor dengan perseroan,” paparnya.

Dia menambahkan, pihaknya sedang mengajukan pertimbangan atas keputusan tersebut sambil melakukan konsolidasi internal untuk mempersiapkan proses transisi terkait.

Menurut dia, perseroan merupakan distributor dari berbagai merek alat berat ternama global lainnya. Dengan rekam jejak perseroan selama ini dan posisi strategis perseroan di berbagai kota di Indonesia, Intraco berkomitmen untuk menjadi penyedia solusi total dalam pengembangan ekonomi lokal dan terus maju dan berkembang bersama mitra usaha dan pelanggan. “Hal ini dilakukan perseroan dengan terus mengembangkan bisnisnya sehingga kelangsungan usaha perseroan tetap terjaga,” kata Ridyawan.

Mengutip laporan keuangan per 30 September 2019, Intraco mengadakan perjanjian-perjanjian dengan pihak ketiga, yang mana perseroan ditunjuk sebagai distributor atau sub-distributor alat-alat berat, suku cadang dan pemegang hak atas jasa perbaikan dengan berbagai perusahaan global dan lokal. Mereka adalah Volvo East Asia Pte. Ltd, Doosan Infracore Co., Ltd, Techking Tires Limited, serta Mahindra & Mahindra Ltd. Lalu, Shandong Lingong Construction Machinery Co., Ltd, Sinotruk Import & Export Co., Ltd, Baldwin Filters Inc, Berco S.p.A, Eaton Industrial Pte. Ltd, dan PT Volvo Indonesia.

Terkait Volvo, masih mengutip laporan keuangan itu, pembelian dari PT Volvo Indonesia dan Volvo East Asia Pte., Ltd masing-masing sebesar Rp 504 miliar dan Rp 232 miliar pada 30 September 2019. Sedangkan pada periode sama tahun 2018 sebesar Rp 1,16 triliun dan Rp323 miliar.

Per 30 September 2019, pendapatan Intraco menyusut 27% dibandingkan dengan periode sama 2018, yakni dari Rp 2,24 trilun menjadi Rp 1,64 triliun. Namun, emiten berkode saham INTA ini mampu memangkas kerugian, yakni dari Rp 232,31 miliar menjadi Rp 127,35 miliar.

Sementara itu, INTA stagnan di level Rp 378 pada perdagangan Rabu (1/4/2020). (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here