Waduh, OSO Tak Bisa Transaksi Saham Lagi

0
Ilustrasi bursa saham (Foto Konfrontasi)

Jakarta, Marketmover – Bursa Efek Indonesia (BEI) melarang PT OSO Sekuritas Indonesia bertransaksi saham lagi mulai sesi I perdagangan 20 April 2020. Alasannya, modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) per 17 April 2020 tidak memenuhi ketentuan nilai minimum MKBD yang dipersyaratkan.

“Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BEI terhadap Sistem Pusat Pelaporan MKBD. OSO tidak bisa melakukan perdagangan di bursa sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Direktur BEI Kristian S. Manullang dan Laksono W. Widodo dalam pengumuman resmi, belum lama ini.

Berdasarkan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), minimum MKBD adalah Rp 25 miliar atau 6,25% atau tidak boleh lebih dari 16 kali dari total kewajiban.

OSO sudah mengumumkan kabar ini ke para nasabah. Untuk sementara, OSO tidak bisa meneruskan order beli atau jual saham nasabah hingga waktu yang akan diberitahukan kemudian.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan terima kasih atas kepercayaan nasabah selama ini,” tulis direksi dan manajemen OSO.

OSO Sekuritas merupakan perusahaan swasta yang memiliki izin usaha sebagai penjamin emisi efek dan perantara pedagang efek. Kegiatan usaha ini telah berdiri sejak tahun 1988 yang sebelumnya menggunakan nama PT Kapita Sekurindo.

OSO Sekuritas memiliki 24 cabang mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

Sebelumnya, OSO Sekuritas Indonesia tidak lagi menjadi agen repo beberapa saham mulai 16 Desember 2019. Hal itu ditegaskan manajemen OSO dalam surat kepada seluruh nasabah.

Dalam surat yang dilihat Marketmover, Kamis (19/12/2019), OSO tidak lagi menjadi agen repo saham PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) dan PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) dan instrumen lainnya yang diterbitkan oleh PT Mahkota Properti Indo Senayan dan PT Mahkota Properti Indo Permata.

Selanjutnya, OSO bukan lagi agen repo saham TMPI dan SUGI yang diterbitkan PT Bumi Sumber Swarna. Terakhir, OSO tak lagi menjadi agen repo sama ARMI, BALI, BTEK, HOME, KAEF, MABA, MYRX, POSA, RIMO, RODA, dan WSKT.

OSO menegaskan, seluruh produk investasi itu sudah dialihkan oleh para penerbit ke pihak lain. Oleh sebab itu, jika ada masalah ke depannya, bukan menjadi tanggung jawab OSO. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here