Babak Belur, Sentul City PHK dan Potong Gaji Karyawan

0
PT Sentul City Tbk

Jakarta, Marketmover – PT Sentul City Tbk benar-benar babak belur dipukul pandemi Covid-19. Berbagai langkah efisiensi ditempuh perseroan, antara lain PHK dan memotong gaji karyawan.

“Pandemi Covid-19 berdampak pada penghentian, pembatasan operasional sebagian perseroan dan entitas anak,” kata Corporate Secretary Sentul City, Kwee Liana Kumala dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Kwee Liana Kumala menjelaskan, kelangsungan usaha perseroan saat ini terganggu oleh Covid-19 dan prediksi jangka waktu penghentian atau pembatasan operasional selama tiga bulan.

“PT GGEA melakukan penghentian operasional Hotel Neo+ dan Taman Budaya. Kemudian, PT SC melakukan pembatasan operasional Hotel Alana lokasi di Sentul City. PT JSG melakukan penghentian event organizer. Lalu, pembatasan penjualan properti di SC, BJA, GI, SPP dan pembatasan penjualan properti di NCD lokasi di Serpong,” jelas Kwee Liana Kumala.

Kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional yang terhenti dan mengalami pembatasan operasional tersebut terhadap total pendapatan (konsolidasi) tahun 2019, menurut Kwee Liana Kumala sebesar 75%.

Dia menjelaskan, jumlah karyawan tetap dan tidak tetap per 31 Desember 2019 sebanyak 189 orang. Dalam kondisi ini, perseroan mengambil langkah-langkah efisiensi, antara lain perampingan organisasi, melakukan efisiensi dalam segala bidang, dan melakukan negosiasi dengan pihak kreditur untuk meminta keringanan, baik dari segi besaran bunga, tata cara dan tenggang waktu pembayaran bunga dan pokok pinjaman perseroan.

Jumlah karyawan yang kena PHK periode Januari 2020 hingga saat ini sebanyak 20 orang. Kemudian, jumlah karyawan yang terkena pemotongan gaji 50% periode Januari 2020 hingga saat ini sebanyak 89 orang.

Menurut Kwee Liana Kumala, prediksi penurunan total pendapatan konsolidasi untuk periode yang berakhir per 31 Maret 2020-30 April 2020b dibandingkan periode yang berakhir per 31 Maret 2019-30 April 2019 sebanyak 51% – 75%.

Pandemi Covid-19 juga berdampak pada pemenuhan kewajiban keuangan jangka pendek perseroan dan entitas anak usaha berupa utang usaha, utang bank, lembaga keuangan, pokok obligasi, dan MTN.

“Kondisi ini berdampak hingga pemenuhan kewajiban pokok dan bunga utang. Perkiraan nilai kewajiban sebesar Rp 1 triliun,” jelas Kwee Liana Kumala.

Sentul City dengan kode saham BKSL mempunyai kapitalisasi pasar Rp 3,35 triliun.Dalam perdagangan Selasa (26/5/2020), harga saham BKSL tidak mengalami pergerakan, tetap berada di harga Rp 50. Sebanyak 2,60 juta saham BKSL 39 kali diperdagangkan di BEI dengan nilai Rp 130,19 juta. (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here