NPL 0,97%, Penyaluran Kredit BTPN Tumbuh 12%

0
PT Bank BTPN Tbk (Foto Katadata)

Jakarta, Marketmover – Penyaluran kredit PT Bank BTPN Tbk pada kuartal I-2020 tumbuh 12% year on year (yoy), dari Rp 139,8 triliun pada akhir Maret 2019 menjadi Rp 157 triliun pada akhir Maret 2020.

Rasio kredit bermasalah non-perfoming loan (NPL)  tercatat relatif rendah, yaitu 0,97% (gross). “Dengan situasi perekonomian global yang tidak menentu, ditambah perkembangan terkini penyebaran Covid-19, kami berusaha mempertahankan kinerja bank tetap positif. Hal ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung perekonomian Indonesia,” ungkap Direktur Utama Bank BTPN, Ongki Wanadjati Dana dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (20/5/2020).

Penyaluran kredit salah satunya ditopang segmen korporasi sebesar Rp 92 triliun. Dalam melayani kelompok nasabah ini, BTPN fokus menyalurkan pembiayaan melalui sejumlah sindikasi untuk proyek ketahanan energi, ketahanan pangan, serta infrastruktur.

Selain melalui sindikasi, BTPN juga memberikan pinjaman secara bilateral ke perusahaan swasta nasional, badan usaha milik Negara (BUMN), industri otomotif, hingga perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor.

“Pembiayaan segmen korporasi menunjukkan komitmen jangka panjang kami dan pemegang saham pengendali Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dalam mewujudkan kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” kata Ongki.

Selain pembiayaan korporasi, penyaluran kredit juga ditopang segmen kredit usaha kecil dan menengah, komersial, serta kelompok prasejahtera produktif melalui anak usaha, BTPN Syariah.

Untuk menyeimbangkan laju pertumbuhan kredit, BTPN menghimpun pendanaan senilai Rp 161,2 triliun sampai akhir kuartal I-2020, meningkat 3% dari periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut terdiri atas dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 97,1 triliun, pinjaman pihak lain Rp 57 triliun, serta pinjaman subordinasi Rp 7,1 triliun. Dari total DPK, Bank BTPN berhasil meningkatkan porsi current account savings account (CASA) menjadi 29% pada kuartal I-2020, lebih tinggi dibandingkan porsi pada kuartal I-2019 yang sebesar 21%.

Hingga akhir Maret 2020, jumlah pengguna terdaftar life finance Jenius mencapai lebih dari 2,5 juta nasabah, tumbuh 85% dari akhir Maret 2019 yang sebanyak 1,4 juta nasabah. Jumlah simpanan (funding)  melalui Jenius mencapai Rp 8,3 triliun. Data ini menunjukkan inovasi digital BTPN mulai membuahkan hasil.

“Kami beruntung melakukan transformasi digital sejak jauh-jauh hari. Kami berkeyakinan Jenius akan memainkan peran penting dalam pengembangan bisnis ritel di masa depan,” ujar Ongki.

Dalam perdagangan Rabu (20/5/2020), harga saham BTPN turun minus 0,55%, dari harga Rp 1.825 ke harga Rp 1.815. Sebanyak 34,60 ribu saham BTPN diperdagangkan 38 kali di BEI senilai Rp 62,96 juta. BTPN memiliki kapitalisasi pasar Rp 14,79 triliun. (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here