Jasa Terminal Sumbang 93,20% Pendapatan IPCC

0
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (Foto Pasardana)

Jakarta, Marketmover – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dengan kode saham IPCC mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp 523,22 miliar atau umbuh 0,26% pada 2019, dibandingkan perolehan pendapatan 2018 sebesar Rp 521,84 miliar.

“Perolehan pendapatan tersebut ditopang oleh pelayanan jasa terminal yang memiliki kontribusi sebesar 93,20% terhadap total pendapatan perseroan yang mengalami kenaikan 0,08% sepanjang 2019 menjadi Rp 487,64 miliar dari Rp 487,25 miliar pada tahun sebelumnya,” ungkap Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, Ade Hartono dalam keterangan tertulis yang diterima Marketmover, Jumat (22/5/2020).

Sementara itu, kata Ade, pelayanan rupa-rupa usaha dan pengusahaan tanah, bangunan, air, dan listrik masing-masing berkontribusi 0,85% dan 0,53% terhadap total pendapatan bertumbuh masing-masing 28,87% menjadi Rp 4,45 miliar dan 245,58% menjadi Rp 2,80 miliar sepanjang 2019.

Di sisi lain, perolehan pendapatan dari pelayanan jasa barang dengan kontribusi 5,42% terlihat lebih rendah 6,54% menjadi Rp 28,33 miliar dibandingkan tahun sebelumnya seiring masih rendahnya kontribusi dari pendapatan kargo alat berat dan spareparts di Terminal Internasional.

“Kenaikan perolehan pendapatan dari segmen pelayanan jasa terminal sejalan dengan meningkatnya kegiatan bongkar muat di Terminal IPCC, terutama pada segmen kendaraan CBU baik di Terminal Domestik maupun Internasional,” jelas Ade.

Pada Terminal Domestik, kata Ade, meningkat setelah pindahnya bongkar muat semua kapal roro domestik dari PTP ke IPCC.

Sementara itu, pada segmen Alat Berat dan General Cargo/spareparts, menurut Ade, lebih banyak didominasi oleh kelas menengah dengan berat pada kisaran 30 hingga 50 ton/M3 sehingga kontribusi ke pendapatan masih lebih rendah dibandingkan pada segmen CBU.

“Di tempat lain, perseroan mencatatkan peningkatan aset sebesar 0,77% menjadi Rp 1,26 triliun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 1,25 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan adanya tambahan aset seiring aksi pembelian aset yang dilakukan perseroan untuk menunjang operasional,” jelas Ade.

Tercatat, aset tetap bertambah 40,84% sepanjang 2019 menjadi Rp 354,39 miliar dibandingkan perolehan tahun lalu sebesar Rp 251,63 miliar.

Posisi kas IPCC pada 2019, kata Ade, juga semakin kuat dengan raihan kas operasional pada 2019 sebesar Rp 162,78 milar dari posisi sebelumnya PADA periode yang sama dengan kondisi minus Rp 129,62 miliar.

Sementara itu, Ade menjelaskan, liabilitas perseroan meningkat 26,25% menjadi Rp 191,60 miliar dari Rp 151,77 miliar pada tahun lalu seiring masih adanya kewajiban perseroan berupa Beban Akrual dan Utang Dividen yang masing-masing berjumlah Rp 53,64 miliar dan Rp 63,41 miliar.

“Meski terlihat adanya penurunan kinerja sepanjang 2019 seiring imbas belum sepenuhnya pulih industri komoditas, infrastruktur, maupun perkebunan,” papar Ade.

Pada kondisi normal dapat memberikan kontribusi yang sangat besar dengan adanya penumpukan alat berat di terminal IPCC.

Dalam perdagangan Kamis (20/5/2020), harga saham IPCC naik 1,92%, dari harga Rp 312 menuju Rp 318. Sebanyak 1,52 juta saham IPCC diperdagangkan 231 kali di Bursa Efek Indonesia senilai Rp 479,38 juta. (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here