Skenario Terburuk Indeks Berada di Level 3.995

0
Ilustrasi pasar saham (Pasardana)

Jakarta, Marketmover – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa bertengger di level 3.995-4.035 hingga akhir 2020, jika target pertumbuhan laba bersih per saham (EPS) versi Kresna Securities berkisar 3-4% tak tercapai. Adapun proyeksi wajar IHSG berkisar 5.830-5.890, dengan kapitalisasi pasar Rp 6.741-6.786 triliun.

Kresna menilai, tantangan pasar saham domestik saat ini adalah meluasnya wabah Covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menurunkan keuntungan mayoritas emiten.

Kedua, investor kurang puas dengan kinerja emiten LQ45. 2019, laba bersih akumulasi emiten indeks unggulan ini hanya naik 0,3%.

Adapun peluang IHSG, tulis Kresna, adalah pertumbuhan yang lebih tinggi, jika ekonomi kembali normal pada 2021. Untuk itu, 2020 adalah kesempatan untuk mengoleksi aset yang terdiskon besar.

“Kemudian, stimulus moneter, fiskal, dan ekonomi untuk menstabilkan pasar keuangan dan nilai tukar, mencegah gagal bayar UKM, dan menjaga daya beli konsumen,” tulis Kresna.

Saham pilihan broker ini adalah BBCA, TLKM, ICBP, JSMR, INTP, dan CPIN. Di sisi lain, kinerja indeks secara year to date turun 28,35% ke level 3.912. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here