Sumitomo Mitsui Suntik BTPN Rp 46 Triliun

0
PT Bank BTPN Tbk (Foto Bisnis)

Jakarta, Marketmover – Direktur Utama PT Bank BTPN Tbk, Ongki Wanadjati Dana mengatakan, likuiditas merupakan tantangan utama yang dihadapi industri perbankan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Selain mengandalkan dana pihak ketiga (DPK), obligasi dan pinjaman bilateral pihak lain, BTPN juga mendapat sokongan dari perusahaan induk berupa standby facility sebagai sumber pendanaan. Total fasilitas pendanaan (offshore borrowing limit facility) yang diberikan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) mencapai US$ 2,8 miliar atau sekitar Rp 46 triliun,” kata Ongki dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (20/5/2020).

Kecukupan likuiditas BTPN, kata Ongki, juga terlihat pada liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 212% dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 116% yang jauh di atas ketentuan minimum regulator 100%.

“LCR merupakan instrumen untuk menghitung rasio likuiditas jangka pendek, sedangkan NSFR untuk menghitung rasio likuiditas jangka panjang,” jelas Ongki.

Pada akhir kuartal I-2020, menurut Ongki, aset Bank BTPN mencapai Rp 199,7 triliun, tumbuh 4% secara tahunan. Laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) mencapai Rp 752 miliar, meningkat 48%.

Dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 22,5%, BTPN masih memiliki kemampuan ekspansi yang kuat.

Terkait penanganan Covid-19, BTPN turut memahami dampak negatif pada perekonomian dan mendukung berbagai upaya pemerintah dalam rangka meringankan beban masyarakat. Salah satunya turut memberikan relaksasi kredit kepada debitur yang kegiatan usahanya benar-benar terdampak Covid-19.

“Situasi Covid-19 ini tentu sangat menantang, termasuk bagi kami di industri perbankan. Namun kami patut syukuri pencapaian kinerja pada awal tahun ini. Tentu ini menjadi motivasi dan modal kami untuk melayani lebih banyak jutaan rakyat Indonesia,” kata Ongki.

Dalam perdagangan Rabu (20/5/2020), harga saham BTPN turun minus 0,55%, dari harga Rp 1.825 ke harga Rp 1.815. Sebanyak 34,60 ribu saham BTPN diperdagangkan 38 kali di BEI senilai Rp 62,96 juta. BTPN memiliki kapitalisasi pasar Rp 14,79 triliun. (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here